Monday, February 15, 2010

Valentine 2010, OMK Rumbai Punya Acara


From: Motoh, Paulus (paulusch) the coach of St. Lusia OMK
Dear Bapak/Ibu, Mas/Mbak Ytk,

Mewakili adik-adik OMK, kami ingin menyampaikan Puji Syukur dan Terimakasih kepada Tuhan atas anugerah yang berlimpah yang dapat kami rasakan sehingga kegiatan Mini Konser Hari Kasih Sayang oleh OMK dapat terlaksana dengan penuh sukacita.

Secara khusus, kami ingin menyampaikan appresiasi dan ucapan terimakasih yang tak terhingga untuk semua Bapak dan Ibu yang telah memberikan bantuan, dukungan dan masukkan2 yang sangat berharga sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.

Semoga Tuhan berkenan memberikan Rahmat dan Berkat melimpah kepada Bapak dan Ibu semuanya, amin.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami juga memohon maaf yang sedalam-dalamnya, bila dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan ini, ada hal-hal yang kurang berkenan. Maka, dengan hati terbuka kami senantiasa merindukan sapaan, teguran dan masukkan agar pelaksanaan kegiatan2 serupa dimasa yang akan datang dapat kami perbaiki dan tingkatkan.

Terimakasih banyak atas bantuan dan kerjasamanya.

Salam hormat,

Paulus Motoh

Surat yang sangat simpatik ini dibalas Bapak Prodiakon to be, advice untuk melakukan waste management, wah memang Pak Prodiakon ini, FSWP banget atau udah sampai taraf BBS unconscious capable ya? Tapi memang kita yang muda-muda harus sering mendengarkan arahan bijak senior-senior kita.

From: Kasmir, Ginting (kasmirg)
Selamat mas Paul dan OMK St Lusia.

Selama saya jadi Katolik, baru saat ini saya merasakan ‘gebyar’ OMK.. J ( dulu Mudika…hehehe).

Sebagai masukan.., mungkin untuk acara-acara berikutnya ( bukan hanya kegiatan OMK, tetapi kegiatan Gereja kita) ada bagusnya kalau ‘sampah’ management perlu terus dilaksanakan, sehingga setelah acara rampung dengan sukses masa Giman tidak misuh-misuh memebersihkannya. (ketahuan Mas Giman suka misuh ha ha ha)

Bravo OMK St Lusia, maju terusssssssssssssss……… :)

Salam tkg


Nah terakhir adalah petuah dari Bapak kita, Pak Stasi

Selamat untuk OMK para orang tua dan Pembina yang telah menyuguhkan acara yang menyenangkan, dan terima kasih untuk semua teman yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langung, mulai dari melatih, mendorong, menghias pendopo, merancang backdrop, memesan backdrop, membuat kue, menjual kue, menyanyi, menari dan lain-lain. Dan saya minta maaf tidak bisa ikut melihat acara konser mini sedikitpun, karena saya memilih untuk berada di tempat lain yang menurut saya lebih membutuhkan diri saya, di saat yang sama di hari Minggu kemarin.

Mengenai sampah, saya sangat setuju dengan pak Ginting, bahwa ternyata tingkat kesadaran kita terhadap kebersihan masih terus menerus perlu di suarakan. Saya lebih setuju untuk memotong dari sumbernya, dengan menyadarkan yang masih ringan tangan membuang sampai di tempat yang tidak semestinya. Kalau kita hanya sibuk membersihkan sampah, rasanya koq menyedihkan. Seharusnya kita ajak teman-teman untuk membuang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan.

Kita berharap, orang malu melakukan hal yang tidak baik (membuat sampah sembarangan, merokok di dekat orang yang tidak merokok, apalagi dekat anak-anak dll).

Satu lagi, yang rasakan di misa hari Minggu kemarin, luar biasa anak-anak berjalan-jalan di luar, bermain-main di seputaran gereja selama misa. Kita perlu memikirkan hal ini.


Ayo kita berbuat lebih baik lagi, jangan lupa kita masih bertanding di St. Lusia Cup lho


foto-foto indah ini dipersiapkan oleh Mas Devid, naa dapat diunduh di sini

Tuesday, January 26, 2010

ODOL dari Surga ?


Saya membaca email dari seorang sahabat,

ini dia;


Cerita menggelikan ini kudengar ketika duduk dibangku SMA dulu. Cerita yang meskipun naif, namun bermakna sangat dalam.

Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?

Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA . Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.

Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik : “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”. Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.

Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya.
“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,” Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak. .!!!”
Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.
“Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”
“Tapi Pak…Sssa..”

Brrrraaaaang !!!!

Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.
Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.

Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam.

“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.

“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.
“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.
Petugas pun ngeloyor pergi.

Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.

Tiba-tiba saja lutunya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.

Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka.

Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat” (selesai).

what a wonderfull world !

Thursday, December 17, 2009

Ucapan Natal 2009


Segenap pengurus Stasi St. Lusia, mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru,
semoga rahmat dan damai sejahtera Natal selalu menyertai selalu menyertai saudara-saudara semua.




Selamat Hari Natal dan Tahun Baru





kartu natal digital St. Lusia dapat ditemukan di tautan ini