Tuesday, October 28, 2008

Catatan si Boy, Fakta fakta Laskar Pelangi adalah sebagai berikut :





Bagi temans yang sudah membaca novel dan lihat filmnya, catatan ini akan lebih menambah pengetahuan kita, yang belum ya bisa segera beli atau pinjam bukunya, atau lihat filmnya atau tunggu dvdnya

terimakasih Mas Errol,
adakah cerita tentang laskar lain yang sedang ditulis di Rumbai ?


1. Nama panggilan dari Andrea Hirata pada saat kecil adalah “andis” ,”Ikal” adalah nama panggilan andrea di novel


2. Royalti Film Laskar Pelangi yang didapat dari Andrea adalah sekitar Rp 350 juta

3. Andrea hirata dalam suatu kesempatan menyatakan,dirinya bukan sastrawan, benar-benar tidak berpengalaman, tidak berpendidikan sastra, tidak bergaul dengan orang-orang sastra, tidak bercita-cita menjadi sastrawan. Lebih parah lagi, tidak banyak membaca sastra.


4. Film Laskar Pelangi sepanjang 2 jam 5 menit yang memakan ongkos Rp 8 miliar.
5. NAMA Laskar Pelangi adalah sebuah nama pemberian sang guru, Bu Muslimah


6. Sekarang Bu muslimah yang asli mengajar di Sekolah Dasar Negeri 6 Gantong, dan sedang menunggu pensiun.

7. Selama 10 hari pemutaran film itu sudah meraih penjualan 1,1 juta penonton.



8. 3.800 calon pemain dieliminasi menjadi 1.350 anak hingga akhirnya menjadi 12 pemain yang semuanya asli dari belitung, 11 Anak normal dan 1 anak penderita Down syndrome

9. Film Laskar Pelangi dibuat hanya dengan 36 hari Syuting

10. Andrea Ingin setiap 2 Mei Film Laskar Pelangi Diputar secara Gratis, dan dia pernah berkata "Filmnya lebih bagus dari novelnya.."


11. Penulis skenario FILM Laskar pelangi yaitu Salman Aristo juga penulis skenario Film Ayat-Ayat Cinta.


12. RIRI Riza sebelumnya akan menggunakan Yogi Nugraha pemeran kucai untuk dijadikan pemeran mahar, hingga datang Verrys Yamarno yang datang dengan gaya baju Mahar. Jalan sambil cium ketiak, lalu teriak: bau cuka! bau cuka! Lalu dia menyanyi.


13. Verrys Yamarno. Pemeran Mahar yang jago kesenian ini ingin menjadi ustad. Cita-citanya adalah masuk ke Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, atau Universitas Al Azhar di Mesir. “Saya ingin membuat orang jahat menjadi baik,” ujar Verrys

14. Ferdian,Pemeran Lintang mempunyai cita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada

15. Zulpani Fasa, 12 tahun, pemeran Ikal alias Andrea Hirata di masa kecil mempunyai cita-cita Menjadi tentara. Bisa membela negara,” katanya.

16. Mahar asli jadi PNS, guru kesenian di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan,diam2 sempat mengantarkan anaknya ikut casting tapi gak lolos. Mira Lesmana nggak tau kalo Mahar ada di antara ortu yg ngantar anaknya ikut casting, baru setelah Mahar pulang ada yg bilang ke Mira.


17. Aslinya Flo ini adek kelas Andrea . yang sekelas itu kakak laki2 Flo (kakaknya jg pindah dr SD PN), tp sang kakak ini tidak diceritakan ama Andrea. Flo ini asli anak pejabat PN yg tidak mau skolah di skolah PN

18. Syahdan salah satu anggota laskar pelangi yang sekarang menjadi konsultan IT adalah yg diam-diam membawa naskah LP ke penerbit tanpa Andrea tau

19. Aman alis Akiong pernah menyebutkan bahwa menurutnya Laskar Pelangi: Chandra Prana, Syahdan Wahyudi, Alpino, Iwan, Ahmad Fajri, Andrea Hirata, dan satu nama perempuan, Hartati. Yang disebut Mahar dan Samson, kata Aman, bisa jadi Ahmad Fajri—sekarang guru di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan—dan Alpino. Sedangkan Lintang? ”Saya hanya tahu ini. Kalau Lintang, tanya Andis,” ujarnya sambil tersenyum.

20. Harun Karena cacat mental sekarang dirumah saja, menemani ibunya. Harun sering datang ke lokasi syuting, lalu dia cerita: “tadi lihat syuting film, ada Andis “.

21. Sempat syahdan dan Kucai asli ditanya wartawan siapa yg paling pintar dikelas, berdua serempak jawab: ANDIS!( kenapa bukan lintang???tanya kenapa? ) :? ,Bahkan bu Mus ketika ditanya siapa Lintang? dia menjawab “saya tidak ingat,siapa lintang?”(mungkinkah jika Bu mus tidak ingat, anak sejenius lintang? )

22. Saat di Kick Andi andrea menyebutkan bahwa foto tersebut tidak detail yaitu Syahdan (jongkok, kanan), Sahara (satu2-nya cewek) pada waktu itu para penonton lgsg histeris, “LINTANG, YG MANA???” Dan Andrea dgn cool bilang, “Rahasia…”

23. Riri Reza berhasil menjinakkan ”keganjilan” pada beberapa bagian novel Andrea. Mahar yang mengagetkan Bu Mus dengan tiba-tiba menyanyikan Tennessee Waltz karya Anne Murray dan ”si jenius” Lintang yang berdebat hebat tentang cincin Newton dalam lomba cerdas cermat ”dibumikan” Riri menjadi adegan yang lebih wajar bagi seorang anak. Riri mengganti Tennessee Waltz dengan Bunga Seroja, yang justru memperkental roh Melayu ke dalam film. Dan untuk adegan lomba cerdas cermat itu, secara tak terduga Riri mengubahnya menjadi drama yang menggetarkan

24. Tokoh Pak Mahmud yang ditampilkan oleh Tora Sudiro, menghapus seluruh tato di tangannya dengan ”dempul” make-up, sebenarnya di Novel Pak Mahmud adalah tokoh antagonis tapi di Film menjadi tokoh yang membela SD Muhammadiyah saat Cerdas Cermat

25. Buaya dari Film Laskar Pelangi meminjam buaya dari Museum Pemkab Belitung ( dibayar berapa ya buayanya? )

Catatan Si Boy, tentang LP

Fakta fakta Laskar Pelangi adalah sebagai berikut :

1. Nama panggilan dari Andrea Hirata pada saat kecil adalah “andis” ,”Ikal” adalah nama panggilan andrea di novel

2. Royalti Film Laskar Pelangi yang didapat dari Andrea adalah sekitar Rp 350 juta [IMAGE]



3. Andrea hirata dalam suatu kesempatan menyatakan,dirinya bukan sastrawan, benar-benar tidak berpengalaman, tidak berpendidikan sastra, tidak bergaul dengan orang-orang sastra, tidak bercita-cita menjadi sastrawan. Lebih parah lagi, tidak banyak membaca sastra. 4. Film Laskar Pelangi sepanjang 2 jam 5 menit yang memakan ongkos Rp 8 miliar. 5. NAMA Laskar Pelangi adalah sebuah nama pemberian sang guru, Bu Muslimah [IMAGE] 6. Sekarang Bu muslimah yang asli mengajar di Sekolah Dasar Negeri 6 Gantong, dan sedang menunggu pensiun. 7. Selama 10 hari pemutaran film itu sudah meraih penjualan 1,1 juta penonton. 8. 3.800 calon pemain dieliminasi menjadi 1.350 anak hingga akhirnya menjadi 12 pemain yang semuanya asli dari belitung, 11 Anak normal dan 1 anak penderita Down syndrome 9. Film Laskar Pelangi dibuat hanya dengan 36 hari Syuting 10. Andrea Ingin setiap 2 Mei Film Laskar Pelangi Diputar secara Gratis, dan dia pernah berkata "Filmnya lebih bagus dari novelnya.." 11. Penulis skenario FILM Laskar pelangi yaitu Salman Aristo juga penulis skenario Film Ayat-Ayat Cinta. 12. RIRI Riza sebelumnya akan menggunakan Yogi Nugraha pemeran kucai untuk dijadikan pemeran mahar, hingga datang Verrys Yamarno yang datang dengan gaya baju Mahar. Jalan sambil cium ketiak, lalu teriak: bau cuka! bau cuka! Lalu dia menyanyi. [IMAGE] [IMAGE] 13. Verrys Yamarno. Pemeran Mahar yang jago kesenian ini ingin menjadi ustad. Cita-citanya adalah masuk ke Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, atau Universitas Al Azhar di Mesir. “Saya ingin membuat orang jahat menjadi baik,” ujar Verrys 14. Ferdian,Pemeran Lintang mempunyai cita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada [IMAGE] 15. Zulpani Fasa, 12 tahun, pemeran Ikal alias Andrea Hirata di masa kecil mempunyai cita-cita Menjadi tentara. Bisa membela negara,” katanya. [IMAGE] 16. Mahar asli jadi PNS, guru kesenian di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan,diam2 sempat mengantarkan anaknya ikut casting tapi gak lolos. Mira Lesmana nggak tau kalo Mahar ada di antara ortu yg ngantar anaknya ikut casting, baru setelah Mahar pulang ada yg bilang ke Mira. 17. Aslinya Flo ini adek kelas Andrea . yang sekelas itu kakak laki2 Flo (kakaknya jg pindah dr SD PN), tp sang kakak ini tidak diceritakan ama Andrea. Flo ini asli anak pejabat PN yg tidak mau skolah di skolah PN [IMAGE] 18. Syahdan salah satu anggota laskar pelangi yang sekarang menjadi konsultan IT adalah yg diam-diam membawa naskah LP ke penerbit tanpa Andrea tau [IMAGE] 19. Aman alis Akiong pernah menyebutkan bahwa menurutnya Laskar Pelangi: Chandra Prana, Syahdan Wahyudi, Alpino, Iwan, Ahmad Fajri, Andrea Hirata, dan satu nama perempuan, Hartati. Yang disebut Mahar dan Samson, kata Aman, bisa jadi Ahmad Fajri—sekarang guru di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan—dan Alpino. Sedangkan Lintang? ”Saya hanya tahu ini. Kalau Lintang, tanya Andis,” ujarnya sambil tersenyum. [IMAGE] 20. Harun Karena cacat mental sekarang dirumah saja, menemani ibunya. Harun sering datang ke lokasi syuting, lalu dia cerita: “tadi lihat syuting film, ada Andis “. 21. Sempat syahdan dan Kucai asli ditanya wartawan siapa yg paling pintar dikelas, berdua serempak jawab: ANDIS!( kenapa bukan lintang???tanya kenapa? ) :? ,Bahkan bu Mus ketika ditanya siapa Lintang? dia menjawab “saya tidak ingat,siapa lintang?”(mungkinkah jika Bu mus tidak ingat, anak sejenius lintang? ) [IMAGE] 22. Saat di Kick Andi andrea menyebutkan bahwa foto tersebut tidak detail yaitu Syahdan (jongkok, kanan), Sahara (satu2-nya cewek) pada waktu itu para penonton lgsg histeris, “LINTANG, YG MANA???” Dan Andrea dgn cool bilang, “Rahasia…” [IMAGE] 23. Riri Reza berhasil menjinakkan ”keganjilan” pada beberapa bagian novel Andrea. Mahar yang mengagetkan Bu Mus dengan tiba-tiba menyanyikan Tennessee Waltz karya Anne Murray dan ”si jenius” Lintang yang berdebat hebat tentang cincin Newton dalam lomba cerdas cermat ”dibumikan” Riri menjadi adegan yang lebih wajar bagi seorang anak. Riri mengganti Tennessee Waltz dengan Bunga Seroja, yang justru memperkental roh Melayu ke dalam film. Dan untuk adegan lomba cerdas cermat itu, secara tak terduga Riri mengubahnya menjadi drama yang menggetarkan 24. Tokoh Pak Mahmud yang ditampilkan oleh Tora Sudiro, menghapus seluruh tato di tangannya dengan ”dempul” make-up, sebenarnya di Novel Pak Mahmud adalah tokoh antagonis tapi di Film menjadi tokoh yang membela SD Muhammadiyah saat Cerdas Cermat [IMAGE] 25. Buaya dari Film Laskar Pelangi meminjam buaya dari Museum Pemkab Belitung ( dibayar berapa ya buayanya? )

Saturday, October 25, 2008

Panen Jambu

Panen Jambu di Sabtu soreSabtu sore, saat hari panas sisa menyengat
Saat teman-teman lucu masih gerah
Kantuk-kantuk bersembunyi di rindang teduh pepohonan
Dan enggan keluar mencari hari

Beberapa teman kita lincah bergerak
Mendahului hari mengejar mangsa
Beranjak cepat meraih buah merah merona
Sang jambu di belakang rumah


Panen Jambu di Sabtu sore Panen Jambu di Sabtu sore Panen Jambu di Sabtu sore Panen Jambu di Sabtu sore


Masih pingin lihat foto-fotonya yang lain achhhhh..

Friday, October 24, 2008

Perempuan Berselubungkan Matahari







Perempuan Berselubungkan Matahari



oleh: P. William P. Saunders *





Pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, kita mendengarkan bacaan dari Kitab Wahyu yang mengisahkan seorang perempuan berselubungkan matahari, seorang Anak dan seekor naga. Apakah perempuan yang dimaksud adalah Bunda Maria? Seorang teman Protestan dalam pendalaman Kitab Suci mengatakan bukan.


~ seorang pembaca di Sterling



Pertama-tama, marilah menyegarkan ingatan kita dengan ayat dari Kitab Wahyu 11:19 - 12:6, "Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya."



Sejak jaman para bapa Gereja perdana, gambaran akan "perempuan berselubungkan matahari" ini mengandung tiga perlambang: bangsa Israel kuno, Gereja dan Bunda Maria. Mengenai bangsa Israel kuno, Yesaya menggambarkan Israel sebagai, "Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN" (Yes 26:17). Tentu saja, kita patut ingat juga bahwa dari bangsa Israel kunolah baik Bunda Maria maupun Mesias berasal.



"Perempuan berselubungkan matahari" dapat juga melambangkan Gereja. Selanjutnya, dalam Kitab Wahyu bab 12 ayat 17, kita membaca, "Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." "Keturunannya" adalah anak-anak Allah yang telah dibaptis, para anggota Gereja. Paus St. Gregorius menjelaskan, "Matahari melambangkan terang kebenaran, dan bulan melambangkan kefanaan hal-hal yang sementara sifatnya; Gereja yang kudus bagaikan berselubungkan matahari sebab Gereja dilindungi oleh kemuliaan kebenaran ilahi, dan bulan ada di bawah kakinya sebab ia berada di atas segala hal-hal duniawi" (Moralia, 34, 12).



Terakhir, perempuan itu dapat diidentifikasikan sebagai Santa Perawan Maria. Bunda Maria melahirkan Juruselamat kita, Yesus Kristus. St. Bernardus menyatakan pendapatnya, "Matahari mengandung warna dan kemilau yang tetap; sementara cemerlang bulan tidak tetap dan berubah-ubah, tidak pernah sama. Adalah tepat, karenanya, apabila Maria digambarkan sebagai perempuan berselubungkan matahari, sebab ia masuk ke kedalaman kebijaksanaan ilahi, jauh, jauh lebih dalam daripada yang mungkin dapat dipahami manusia" (De B. Virgine, 2).



Dalam mengidentifikasikan gambaran "perempuan berselubungkan matahari" sebagai Bunda Maria, muncullah kepenuhan atas gambaran bangsa Israel kuno dan Gereja. Mari kita berpikir tentang bangsa Israel kuno. Ketika Malaikat Agung Gabriel menampakkan diri kepada Bunda Maria, ia memaklumkan (seperti dicatat dalam Kitab Suci), "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (Luk 1:28). Selanjutnya, ia mengatakan, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Luk 1:30-33). Pernyataan ini merefleksikan nubuat Zefanya mengenai bangsa Israel kuno dan kedatangan Mesias, "Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu." (Zef 3:16). Karena itu, Bunda Maria, Bunda sang Mesias, sebagai "perempuan berselubungkan matahari" mewakili kegenapan nubuat yang disampaikan kepada bangsa Israel.



Demikian pula, Bunda Maria dipandang sebagai "perempuan berselubungkan matahari," yang dengan tepat melambangkan Gereja, karena Bunda Maria adalah Bunda Gereja. St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia menegaskan, "…setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak." (4:4-5). Menguraikan hal ini, Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (Lumen Gentium) Konsili Vatikan II, mengajarkan, "Sekaligus perawan dan bunda, Maria merupakan simbol dan realisasi paling sempurna dari Gereja: "Gereja … dengan menerima Sabda Allah dengan setia pula - menjadi ibu juga. Sebab melalui pewartaan dan baptis, Gereja melahirkan bagi hidup baru yang kekal abadi putera-puteri yang dikandungnya dari Roh Kudus dan lahir dari Allah." (No. 64). Lagipula, Konsili Vatikan II melanjutkan bahwa dengan diangkat ke surga dalam kemuliaan, Maria "menjadi citra serta awal Gereja yang harus mencapai kepenuhannya di masa yang akan datang." (no. 68). Dan yang terakhir, pada akhir sesi ketiga Konsili Vatikan II, pada tanggal 21 November 1964, ketika Lumen Gentium telah diterbitkan, Paus Paulus VI menyatakan, "Kami memaklumkan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja, yaitu, ibu seluruh umat kristiani, baik umat beriman maupun para gembalanya, dan kita menyebutnya Bunda yang paling terkasih." Sebab itu, Bunda Maria mewakili kegenapan gambaran akan Gereja: ia, yang adalah Bunda sang Juruselamat yang mendirikan Gereja, adalah bunda rohani dari mereka semua yang melalui pembaptisan diangkat sebagai anak-anak Allah dan anggota Gereja.



Baiklah kita mengutip ajaran Paus St. Pius X dalam ensikliknya, Ad Diem Illum Laetissimum (1904): "Setiap orang tahu bahwa perempuan ini adalah Perawan Maria… Yohanes, karenanya, melihat Bunda Allah yang Tersuci telah ada dalam kebahagiaan abadi, namun demikian menderita sakit bersalin dalam suatu persalinan yang misterius. Kelahiran apakah itu? Tentu saja kelahiran kita yang, meskipun masih berada di pembuangan, namun akan dilahirkan ke dalam belas kasih Allah yang sempurna dan ke dalam kebahagiaan kekal" (24).



Ada beberapa alasan penting lainnya dalam mengidentifikasikan "perempuan berselubungkan matahari" sebagai Bunda Maria. Ayat yang dipertanyakan dimulai dengan wahyu akan Surga, Bait Suci, dan Tabut Perjanjian. Patut diingat bahwa dalam Perjanjian Lama, di dalam tabut perjanjian tersimpan loh-loh batu yang bertuliskan Sepuluh Perintah Allah, Hukum Allah dan Sabda Allah. Dalam Tabut Perjanjian juga tersimpan tongkat Harun dan sebuah buli-buli emas berisi segomer penuh manna (Kel 16:33, Bil 17:10, Ibr 9:4). Sementara bangsa Israel mengembara menuju Tanah Perjanjian, suatu awan, yang melambangkan kehadiran Tuhan, akan turun atas atau "menaungi" kemah di mana tabut perjanjian disimpan. Kelak, dalam Bait Suci di Yerusalem, tabut perjanjian disimpan di tempat yang mahakudus, bagian terdalam Bait Suci yang diyakini bangsa Yahudi sebagai tempat di mana Allah tinggal.



Setelah gambaran tentang surga, bait suci dan tabut perjanjian, ayat selanjutnya menggambarkan "perempuan berselubungkan matahari." Bunda Maria adalah Bunda Yesus, yang dikandungnya dari kuasa Roh Kudus. Seperti dimaklumkan Malaikat Agung Gabriel, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Luk 1:35). Hubungan antara Bunda Maria dan Bait Suci, tempat yang mahakudus dan tabut perjanjian menjadi jelas.



Patut diingat juga bahwa ketika St. Yohanes mendapat penglihatan ini, tabut perjanjian telah hilang selama lebih dari 500 tahun. Nabi Yeremia telah menyembunyikannya guna mencegah tabut perjanjian dijarah dan dinajiskan oleh bangsa Babilon, dan menyatakan, "Tempat itu harus tetap rahasia sampai Allah mengumpulkan kembali umat serta mengasihaninya lagi." (2 Mak 2:7). Dalam penglihatan ini, St. Yohanes melihat tabut perjanjian, dan kemudian ia melihat Bunda Maria. Bunda Maria membawa dalam rahimnya, Kristus, yang adalah Sabda Allah, Imam Agung yang sejati dan Roti Hidup. Sungguh, Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian yang baru dari Perjanjian Baru, di mana Kristus sebagai imam akan menumpahkan darah-Nya dalam kurban salib.



Jika "perempuan berselubungkan matahari" menunjuk pada Bunda Maria, lalu bagaimana dengan sakit bersalin yang disebutkan dalam Kitab Wahyu itu bisa cocok? Karena Bunda Maria bebas dari Dosa Asal, sebab ia dikandung tanpa dosa, Bunda Maria bebas dari sakit bersalin. Sakit itu, karenanya, pastilah menunjuk pada sakit yang ia alami ketika ia berdiri di kaki salib (Yoh 19:25), sakit seperti dinubuatkan oleh Nabi Simeon saat Ia dipersembahkan di Bait Allah, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (Luk 2:34-35). Yang menarik, St. Paulus juga berbicara mengenai "sakit bersalin" dalam mewariskan iman kepada jemaat, "Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu." (Gal 4:19). Jadi, sakit itu mengandung makna rohani, yaitu sakit dalam ikut ambil bagian dalam sengsara Kristus, dan sakit dalam menjadi Bunda Gereja dan menghantar yang lain kepada Putranya.



Gambaran Bunda Maria sebagai "perempuan berselubungkan matahari" juga menggambarkan kemuliaannya yang digenapi saat ia diangkat ke surga. Paus Pius XII dalam "Munifentissimus Deus," maklumat tentang dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, menyatakan bahwa para bapa Gereja perdana memandang "perempuan berselubungkan matahari" ketika menetapkan dasar Perjanjian Baru bagi iman (no. 27). Perlu dicatat, itulah sebabnya mengapa ayat yang dipertanyakan di atas dibacakan pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Lagipula, Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatis tentang Gereja (Lumen Gentium) mengajarkan, "Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat melalui kemuliaan di sorga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan (lih. Why 19:16), yang telah mengalahkan dosa dan maut." (No. 59). Perhatikan bahwa dalam mengeluarkan pernyataan ini, Konsili Vatikan II mengacu pada ayat dari Kitab Wahyu seperti ditanyakan di atas.



Satu pokok pikiran terakhir untuk direnungkan: memahami segala uraian di atas mengenai topik ini, kita dapat melihat bagaimana Bunda Maria - peran dan gambarannya dalam ayat-ayat Kitab Wahyu ini - menggenapi Perjanjian Lama. Oleh sebab itu, para bapa Gereja perdana mengidentifikasikan Maria sebagai "Hawa Baru." Dalam bab ketiga Kitab Kejadian, Hawa pertama jatuh ke dalam pencobaan dengan ingin menjadi serupa dengan Tuhan, melanggar perintah Tuhan dan berbuat dosa. Sebaliknya, Bunda Maria penuh rahmat, bebas dari segala noda dosa. Saat Kabar Sukacita, ia mengatakan kepada Malaikat Agung Gabriel, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," menyerahkan diri secara total pada kehendak Allah (Luk 1:38).



Melalui Hawa yang pertama, datanglah maut dan pintu gerbang surga ditutup; melalui Maria, datanglah kehidupan kekal yang dimenangkan oleh karya keselamatan Yesus. Hawa pertama disebut "ibu semua yang hidup," Bunda Maria adalah sungguh Bunda dari mereka semua yang hidup secara rohani dalam keadaan rahmat.



Dan yang terakhir, setelah jatuhnya manusia ke dalam dosa, Tuhan bersabda kepada ular, setan, "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya …." (Kej 3;15). Dalam Kitab Wahyu, setan digambarkan sebagai seekor naga. Kata Ibrani `nahash' yang dipergunakan dalam Kitab Kejadian dapat berarti baik ular maupun naga. Juga, permusuhan antara Maria dan setan, antara keturunannya dan keturunan setan kita temukan dalam Kitab Wahyu. Gambaran Hawa Baru dihadirkan pada masa awal Gereja oleh St. Yustinus Martir, St. Ireneus dari Lyon, Tertulianus, St. Agustinus, St. Yohanes dari Damaskus, sekedar beberapa dari antara mereka, dan juga dipertegas dalam Konstitusi Dogmatis tentang Gereja Konsili Vatikan II, Bab VIII, yang berjudul, "Santa Perawan Maria Bunda Allah".



Oleh sebab itu, "perempuan berselubungkan matahari," seperti dilukiskan dalam Kitab Wahyu jelas merupakan suatu referensi yang indah akan peran Bunda Maria dalam karya keselamatan.




* Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Notre Dame Graduate School in Alexandria.



sumber : "Straight Answers: Woman Clothed with the Sun" by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2004 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; http://www.catholicherald.com/



Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: "diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald."


/s Mas Koentono


--
+Wija +
Rbi - Riau

Monday, October 20, 2008

Setia Seperti Maria dan Tegar Seperti Paulus


Pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2008, Paroki St. Paulus merayakan Hari Minggu Misioner dengan menyelenggarakan pertemuan anak-anak Bina Iman separoki. Pertemuan ini diisi dengan berbagai macam kegiatan yang bernafaskan perutusan, atau lebih kita kenal sebagai kegiatan misioner. Acara ini dipimpin oleh Pastur Bernard dari Dumai dan dipersiapkan oleh panitia inti yang terdiri dari wakil pembina Bina Iman dari masing-masing stasi, Bapak Teguh merupakan wakil St. Lusia dalam panitia inti acara anak misioner.

Perjalanan anak-anak Bina Iman Santa Lusia dimulai dengan berkumpul di masing-masing tempat penjemputan. Hari Sabtu, jam 15:00, hujan turun dengan derasnya, tapi hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak. Semangat para pembina, seperti Mbak Irine, Mbak Inung, Ibu Sipayung, Mbak Nana, Mbak Lusi, serta Lae Agus, tidak kalah berkobarnya. Para pembina yang terkasih ini mengorganisasikan pemberangkatan anak-anak dari Minas dan dari Rumbai dengan beberapa mobil. Perjalanan mereka ke kompleks Gereja St. Paulus disirami derasnya hujan, kiranya deras pula hujan berkat bagi anak-anak Bina Iman dan Pembinanya.



Tiba di arena pertemuan, telah berkumpul kontingen dari berbagai stasi yang jaraknya berjauhan, anak dari Petapahan, Siabu dan berbagai wilayah yang terpencar itu kini dikumpulkan dalam satu semangat, semangat misioner Kristus. Acara dimulai dengan bernyanyi bersama lagu-lagu bertema anak misioner, dengan gerak yang atraktif dipimpin Pastor Bernard. Kemudian diteruskan pengenalan masing-masing utusan, dengan mebawakan yel-yel masing-masing. Anak-anak dengan antusias memperkenalkan dirinya dengan gaya khas stasi mereka. 22 orang anak Bina Iman Rumbai membawakan yel-yel BIA Stasi St. Lusia, yang diajarkan oleh para pembinanya, dan mendapat applaus dari kontingen lain. Kegiatan berikutnya adalah doa rosario misioner, tiap sepuluh Salam Maria, dipersembahkan bagi anak-anak di setiap benua. Disusul oleh kuis dan acara hari pertama yang lain.

Tema perayaan kali ini adalah "Setia Seperti Maria dan Tegar Seperti Paulus", bagi penulis yang diberi kesempatan untuk mengikuti dari dekat persiapan anak-anak BIA Rumbai, sungguh sudah tercermin dan dihayati oleh para pembina dan anak-anak BIA dalam setiap latihan mingguan dan selama hari libur Idul Fitri. Acara puncak di Labuh Baru dan peringkat kejuaraan adalah bukan lagi tujuan akhir dari komunitas ini. Ada satu yang lebih hakiki, yakni, kesetiaan dalam usaha komunitas dan ketegaran dalam menghadapi setiap tantangan untuk satu tujuan bersama, kiranya dapat menjadi bekal dalam tugas pelayanan di masa depan. Atau bagi para putra-putri BIA, pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga dalam mempersiapkan masa depan mereka sendiri.


(bersambung laporan acara hari kedua)

Saturday, October 18, 2008

Selamat Ulang Tahun Mbak Lena

Jum'at sore adalah hari latihan koor, so Tanks God for Friday is always Choir day, setidaknya begitulah yang terjadi di St. Lusia.

Latihan koor juga selalu membawa berkah, Jum'at sore ini berkah itu datang dari Keluarga Mbak Lena Ginting. Beliau berkenan merayakan ultahnya bersama-sama para penyanyi dari St. Lusia. Wah seperti biasa tersedia hidangan yang mantap dan makyusss.

Mas Yuli 'The Conductor' Iswanto lagi nunjuk apa ......? ada yang falsetto lagi Mas ?



Yang jelas bukan ini yang fals, tapi mungkinkah hal ini yang ditunggu-tunggu oleh segenap pasukan.

Betapa tidak, pepes ikan, bakso, ayam goreng, ayam panggang, urap USA (umban sari) nan mantap, dan soes asli Cendrawasih 155 Minas, martabak dll. Kalau kita mengambil referensi pakar kuliner kita yang sering nampang di TV, eh, di gereja, Mas Andi Wirawan, maka ada dua katagori hidangan yang tersedia. Yaitu 'Uenak' dan 'Uenak Banget'. dengan skala MY (mak nYus) 9.8 dan 10.0.

Kembali ke laptop, eh kembali ke acara utama;

Acara diawali dengan doa.
Doa yang sangat indah didaraskan oleh bintang sinetron kita Mbak Nana 'Ira Wibowo' Carlo. Menyentuh hati setiap hadirin, wah benar-benar cocok jadi evangelis, kalau nggak keburu disunting Mas Carlo, yakinlah, ibu dari Angga dan Arcci ini sudah jadi suster.



Mbak Lena, Bang Ginting dan putri mereka Kesya sangat bahagia menerima selamat dan salam dari seluruh anggota paduan suara. Dan apa hadiah untuk Mbak Lena, hi hi hi, jreeng lihat videonya yaaaa.





llk

llkk


Thursday, October 16, 2008

Selamat Ultah untuk Mbak Noery



Mbak Noery,
Selamat ultah, selamat datang kembali di Rumbai (uwis durung yo?............sok teu banget he3x...........). Koor terasa hampa tanpa kehadiranmu, mangsude rodo selo sithik tempat duduknya ;-p Semoga selalu sehat, bahagia, dicintai keluarga, dilimpahi berkat Tuhan dan rajin nulis blog.

Salam,
Andi&Anis

===============================================================

Selamat Ulang Tahun kami ucapkan..
Selamat Panjang Umur kami kan doakan..
Potong kue nya, potong kuenya...

Met ultah mbak, meski sedang jauh dari suami dan anak, semoga hal ini tidak mengurangi kebahagian mbak Noery. Berkat Tuhan selalu dilimpahkan ke mbak Noery sekeluarga.

Salam,
RED

================================================================

...Selamat Ulang Tahun mbak Noery,
Semoga sehat dan bahagia senantiasa dan semoga semakin disayang dan menyayang mas Adi, mbak Mitha dan mabak Chela......:). Betul kata Andi...latihan koor tanpa mbak Noery rada sepi ...karena nggak ada yang 'nunjuk-nunjuk ' kesalahan tenor...:).
salam,
tkg&fam

================================================================

Bu Nuri
Waduhhh, lagi berjauhan je Ultah yo...
Bu 'Selamat Ulang Tahun" ya mbak , semoga Tuhan senantiasa menganugerahi rachmat kebahagiaan ,kesehatan , kedamaian & sukacita dan makin menyayangi ibu Mas Adi .dan semoga ibu cepat sehat karena bu Nuri selalu gembira mendapmpinginya

Kapan le mulih Rumbai Bu ...

Nuwun
Lena - Kesya -Gt

================================================================

Bu Noery yang kusayangi, Sugeng Tanggap Warso, mugi-mugi pinaringan sakjagat berkah saking Gusti kang Moho Kuoso, jangan lupa berkatnya dibagi-bagi ya.....semoga selalu sehat, selalu disayang banyak orang, selalu menyayangi banyak orang, selalu sayang-sayangan pokoke....Jadi sayang kalo ultahnya tidak dirame-ramein......trus kapan jadinya kita diundang santap jasmaninya, sayang.....????

Salam Sayang, AnggaArcciNanaCarlo Tersayang.....

================================================================

Sugeng tanggap warso Mbak Noery,
Selamat berbahagia juga untuk Mas Adi, Chella dan Mitha

kapan kondurnya ke Villa Flamboyan,
dan semoga Ibu lekas sehat lagi

Wijaya+Ezra

================================================================

Selamat Ulang Tahun Mbak Noery ...semoga sehat selalu dan alto selalu .....
memang benar kata Andi....ada yang kurang... selama latihan koor tanpa kehadiran mBak Noery .....:-)

salam
Yuli + keluarga

================================================================

Met Ulang tahun tante …
Semoga baikkkkkkkkk2 smuanya J
Hehehee :p

Makacii..
.: Maria :.

================================================================

turut mengucapkan " Selamat Ulang tahun buat Bu Noiery (yang keberapa sih...denger2 17 tahun ya..he..he..)

semoga panjang umur, sehat dan selalu siap untuk berkarya buat Tuhan...Amieennn

Alu

================================================================

Selamat ulang tahun buat mba Noery, semoga panjang umur, sehat2, murah rejeki, diberkati Tuhan .. cepet pulang dan meramaikan Alto lagi ...

Mas Widi

================================================================

Tuesday, October 14, 2008

DOA ROSARIO KRING ST. YOHANES - MINAS

Pada hari Selasa 14 Oktober 2008 malam (jam 19.45) umat kring St. Yohanes Minas mengadakan Doa Rosario bersama di rumah bapak Rio Situmorang di pasar bawah Minas. Doa Rosario ini sekaligus sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas kelahiran anak pak Situmorang yang kelima (seorang bayi mungil perempuan). Ada sekitar 40 an orang yang hadir, terdiri dari sekitar 25 an orang dewasa (bapak-ibu) dan sekitar 15 an anak-anak. Dari dalam komplek CPI yang hadir adalah pak Tjoanto, mbak Nana Carlo, mas Anton Dwi Arinto bersama putranya yang ganteng Aristo, mas Gunawan, mas Andi Wirawan, mbak Inung dan mas Widi. Sebagai pemimpin Doa Rosario adalah mas Andi Wirawan.

Acara dibuka dengan lagu pembukaan dari buku Madah Bakti yang dipimpin oleh ibu Mesty diiringi gitar mas Widi, kemudian dilanjutkan dengan Rosario Peristiwa Sedih, Litani Maria Penolong Kita, Doa Umat, Mohon Berkat Tuhan dan diakhiri dengan Lagu Penutup. Pada saat doa dimulai lampu PLN sempat mati, sehingga dipakai lampu lilin dan lampu baterei charge, tetapi di tengah-tengah doa lampu PLN menyala lagi.

Setelah Doa Rosario selesai, acara dilanjutkan dengan ngobrol santai sambil menikmati hidangan roti kukus bikinan mbak Inung dan makanan kecil lainnya yang disediakan oleh tuan rumah. Sementara para orang tua pada asyik ngobrol, mas Widi mengajak anak-anak main game angka. Terlihat anak-anak sangat menikmati permainan tersebut dan nampak terkagum-kagum tidak habis pikir kenapa beberapa anak dengan angka pilihan masing-masing setelah melalui suatu urutan perhitungan seperti yang didiktekan oleh mas Widi akhirnya bisa menghasilkan angka yang sama untuk semua anak.

Acara doa dan ngobrol selesai sekitar jam 21.00. Semua yang hadir saling bersalaman satu sama lain dan mohon pamit kepada tuan rumah untuk pulang ke rumah masing-masing. Di luar rumah langit nampak gelap, kami beriringan berjalan menuju ke tempat kami memarkir mobil melalui jalan tanah yang hanya diterangi sorot lampu senter yang di bawa oleh mbak Inung. Di kejauhan terdengar suara nyanyian sekelompok orang yang masih santai duduk-duduk di depan rumahnya, diringi petikan gitar yang dimainkan oleh salah seorang di antara mereka. Mobil Kijang biru bergerak meluncur menuju komplek CPI membawa hati kami masing-masing yang terasa ringan dan penuh berkah.

Monday, October 13, 2008

ALLAH TRITUNGGAL - Ketidakmengertianku yang membuat aku lebih toleran kepada iman orang lain

Bagi aku pribadi, masalah Allah Tritunggal adalah satu dari misteri iman yang masih belum bisa kumengerti sepenuhnya secara tuntas dan jelas. Di kala aku mencoba memusatkan diri memikirkan rumusan iman Allah tritunggal, kemudian aku bandingkan dengan pernyataan Allah yang Maha Esa, aku selalu terbentur pada keterbatasan daya olahku. Kesempitan cara aku memikirkan sesuatu. Semakin kupikir semakin terasa paradoksal bunyinya. Allah yang Maha Esa, dikatakan Allah yang berpribadi tiga.

Kala aku coba bolak-balik lembaran-lembaran Kitab Suci, aku belum mampu menemukan penjelasan yang gamblang tentang misteri Allah Tritunggal ini, tentang Apa dan Siapa Allah dan Yesus. Aku merasakan, di Kitab Suci, aku lebih menemukan apa yang dikerjakan oleh Allah dan Yesus serta tokoh-tokoh yang lain, lebih pada apa yang tokoh-tokoh lakukan dan hasilkan, lebih kepada buahnya, yang lebih bersifat fungsional, bukan hakekat apa itu dan siapa orang itu, seperti yang dirumuskan dalam Allah Tritunggal.

Bagi aku pribadi, rumusan Allah Tritunggal adalah sesuatu yang harus aku imani sebagai orang Katholik, meskipun aku belum mampu memahami sepenuhnya. Dari beberapa buku, kumengerti bahwa rumusan itu adalah ‘interpetasi’ suatu cara berfikir dan budaya Yunani pada saat awal perkembangan agama Kristen di Yunani. Bagi budaya dan cara berpikir Yunani, hakekat apa dan siapa adalah hal yang sangat penting. Dalam memahami dogma itu aku perlu untuk selalu mempertimbangkan dan mengingat tempat, suasana dan lingkungan, perkembangannya pada saat itu di alam pikiran Yunani. Jika aku sebagai orang Indonesia yang hidup di saat ini, dan tidak bisa mengerti sepenuhnya dengan daya nalar dan pikiranku, adalah wajar adanya, dan aku tidak perlu sok tahu dan menggembar-gemborkan ‘keistimewaan’ rumusan ini ini, yang mungkin malahan akan bisa menyakiti hati orang lain, atau bahkan membuat permusuhan dengan orang lain yang tidak mengimani.

Bagi aku pribadi, ketidak tahuanku ini lebih meyakinkan aku bahwa misteri Tuhan adalah misteri yang kompleks yang bersifat sangat pribadi bagi orang perorang. Jika aku yang jelas-jelas tidak bisa mengerti apalagi menjelaskan kepada orang lain, namun mengimani miteri ini, sudah seharusnyalah aku juga bisa menghargai dan mengerti jika ada orang lain yang memiliki iman yang lain yang tidak bisa kumengerti.

Jika ada saudaraku yang beragama lain, mengimani sesuatu yang menurut pikiranku tidak logis dan tidak bisa kumengerti, seharusnyalah aku menghargainya sebagai suatu bentuk iman yang bersifat pribadi. Sama seperti ketidak mengertianku akan rumusan dokma Allah tritunggal yang kuimani. (Noery PVA, Rumbai 1 Juni 2001)

Sunday, October 12, 2008

Welcoming Party for New Couple Mas Gunawan&Mbak Inggid

oleh: Wong Katrok Ajar NgeBlog

Minggu siang 12 Oktober 2008 (bertepatan dengan peringatan 6 tahun peristiwa memilukan dan memalukan di negara kita) setelah selesai misa, beberapa warga gereja berkumpul di rumah Mas Adi untuk mengadakan welcoming party untuk teman kami salah teman kami yang baru saja menikah.

Kebersamaan kami muncul dari kebiasaan beberapa umat gereja stasi St Lusia Rumbai yang suka kumpul-kumpul bersama di samping gereja atau di rumah salah satu umat setelah misa mingguan selesai. Entah kesamaan apa yang menyatukan kami, namun rasa kekeluargaan terasa sangat kental di sini. Semua bisa berbagi pemikiran dan cerita tanpa takut salah ataupun ditertawakan. Semua hal biasa dibicarakan mulai hal-hal yang menyangkut liturgi, khotbah pastor, petugas misa, kegiatan gereja, acara sosial, sampai curhat masalah pribadi. Canda dan tawa tidak pernah berhenti di setiap kesempatan. Selain hobi berbagi pemikiran dan cerita ternyata ada satu lagi yang menyatukan kami, yaitu suka makan bersama.

Semua jenis makanan dari yang ringan sampai yang berat, dari singkong sampai keju, dari sayuran sampai daging kami suka, apalagi yang haram;-) Ternyata memang benar, apapun makanannya kalo makannya sambil ngumpul ternyata rasanya cuma dua, enak dan uenakkk banget. Semua karena semua mbak-mbak yang ada di sini jago masak. Tidak heran kalo apapun makanan yang dihidangkan akan habis tak bersisa dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya;-p Oya, yang mengagumkan lagi, semua ini tidak ada yang mengkomando, mengatur atau mengharuskan lho. Semua dilakukan secara sukarela dan ikhlas. Biasanya setiap ada acara kumpul-kumpul, mbak-mbak tadi masing-masing membawa sendiri hasil "karyanya" kemudian dikumpulkan untuk dinikmati bersama. Benar-benar suasana yang hangat dan menyenangkan. Kami semua akan sangat merindukan suasana ini lagi suatu saat nanti.

Kembali ke laptop.....ehh kamsudnya......halah salah lagi, maksudnya kembali ke topik seperti judul di atas. Acara kami kali ini adalah mengadakan welcoming party untuk pasangan baru yang baru menikah beberapa bulan yang lalu, namanya Mas Gunawan dan Mbak Inggid. Mas Gunawan adalah salah umat stasi St Lusia yang juga tergabung dengan komunitas cabang Minas atau biasa disebut "RoAMiNg " (Rombongan Anak Minas Grayak). Mungkin karena tuntutan pekerjaan mereka masih tinggal terpisah, baru pada liburan panjang lebaran ini Mbak Inggid menyempatkan diri liburan ke sini.

Acara sempat molor beberapa menit karena "manten" atau tamu yang mau disambut , ditunggu ngga dateng-dateng. Mbak Inung, penggagas acara sekaligus sesepuh perkumpulan Uler Grayak ini, sudah gelisah karena beberapa kali tidak berhasil menghubungi telepon Mas Gunawan. Akhirnya pasangan yang ditunggu-tunggu datang juga yang langsung disambut dengan lagu "Congratulation" yang dinyanyikan dengan sangat merdu (paling tidak menurut kami sendiri;-p) oleh koor"Vocalista Gandula" (saya akan ceritakan di lain kesempatan). Kemudian Mas Gunawan dan Mbak Inggid di dhapuk untuk memperkenalkan diri. Setelah Mas Gunawan dan Mbak Inggid menyampaikan satu dua patah kata, acara dilanjutkan dengan pemberian kado selamat datang dan cipika-cipiki oleh Mbak Inung sebagai tanda bahwa mereka sudah diterima sebagai keluarga besar Lergray dan Gereja Katolik St. Lusia Rumbai pada umumnya. Karena suara perut sudah terdengar lebih keras daripada suara koor, maka pak Sipayung diminta segera memimpin doa makan.

Dengan berbondong-bondong dan terhuyung-huyung (merupakan salah satu bukti kalo istilah uler grayak memang pantas kami sandang;-p) kami segera menyerbu ke meja makan yang dipenuhi makanan nan menggoda. Ada daging opor ayam, urap, gudheg, sambal goreng, dll. Meminjam istilah dari salah satu acara kuliner di televesi, pokoke semuanya rasanya Mak...Nyusss. Masing-masing orang kembali ke ruang tengah dengan membawa piring yang telah terisi dengan aneka lauk dengan penataan letak yang sempurna supaya tidak tumpah. Semua hening dan menikmati piringnya masing-masing. Jarang-jarang suasana hening seperti ini tercipta selain kalo sedang mengikuti misa. Terlihat juga sesekali beberapa orang bolak-balik masuk ke ruang makan alasan ada lauk yang terlupa diambil padahal itu adalah trik kuno yang dipakai sebagai alasan untuk nambah saja;-p. Acara makan jadi lebih seru lagi karena di tivinya mas Adi yang segede papan tulis sedang menayangkan pertandingan F-1 di sirkuit Jepang yang akhirnya dimenangkan lagi oleh Alonzo dari team Renault.

Waktu berjalan mendekati jam dua belas siang, selesai makan acara dilanjutkan dengan rapat persiapan pernikahan anak Mas Eddy Darmoko yang akan diadakan dalam waktu dekat. Mas Adi yang memimpin rapat ini. Rapat berjalan cukup lancar dengan candaan-candaan segar dari mas-mas dan mbak-mbak yang ada. Oya, agak mundur sedikit, saya lupa menyebutkan, anggota Lergray yang hadir tadi siang Mas Widi sang satria bergitar, Mbak Inung sesepuh Lergray yang paling murah hati, Mas Moko andalan untuk urusan perlengkapan, Mbak Irin yang selalu semangat dan rajin memberi wejangan, Mas Adi yang ide-idenya briliant, Mas Carlo yang punya potongan future boss yang barusan cukur kumis, Mbak Nana yang kalem, Mas Yuli sang dirigen, Mbak Aniek yang suaranya bagus banget sampai bikin merinding, Pak Ginting yang bijaksana, Mbak Lena yang ahli bikin taman, Mas Eddy Darmoko yang sedang happy karena sebentar lagi mo merit...eh salah....maksudnya mantu, Mbak Mamiek yang jago mangsak-mangsak, Mas Errol yang kuat dan macho, Mas JDB Wijaya tukang naik sepeda, Mbak Ezra yang suka ngulang-ulang ngomongnya kalo kaget alias agak latifah;-p, Mas Inoe yang jago ngedrum, Mbak Susi yang jadi gandulan alto, Mbak Thecla wanita perkasa, Pak Teguh&istri sang prodiakon, Pak Sipayung&Ibu Payung yang seperti angka 10, Mas Justinus yang lagi membujang, seperti akyu..., Mbak Lusi dan para junior (generasi penerus ).

Di tengah-tengah rapat, tiba-tiba terjadi kami dikagetkan oleh teriakan dari Mbak Mamiek, "Mas Eddy, rumah kita dirampok" setelah mendapat SMS dari keponakannya. Wah....suasana berubah jadi super heboh, semua ikut panik dan kalang kabut, bahkan ada yang sampai kepoyoh-poyoh. Karena situasi yang genting, Mbak Irin mengambil alih komando, beliau memimpin kami berdoa Bapa Kami dan Salam Maria. Sementara itu para pejantan tangguh segera meluncur ke TKP. Selesai berdoa ketegangan kami berkurang, Mas Eddy Darmoko sang empunya rumah masih cukup tenang dan bisa berpikiran jernih segera mengontak tetangganya menanyakan kebenaran berita tersebut, sementara itu mbak Mamiek membaca kembali sms yang baru saja diterimanya. Walhasil ternyata Mbak Mamiek tadi salah mengartikan SMS yang diterimanya, maksud keponakannya adalah "merampok" lauk yang ada di rumah mereka. Bener-bener "Kena Deh" kami dikerjain he3x...;-p Rapat kemudian dilanjutkan lagi sampai selesai sebelum kami pulang ke rumah masing-masing.

Itulah hasil liputan acara tadi siang yang cukup berkesan. Akhir kata, sekali lagi kami ucapkan selamat untuk Mas Gunawan dan Mbak Inggrid, selamat bergabung di komunitas St Lusia Rumbai. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Sebagian foto-foto acara tadi siang ada di sini.

Lagu-lagu yang dinyanyikan buat mas Gunawan dan Mbak Inggid:

Congratulations

Reff: Congratulations and Celebrations when I tell every one that you’re in love with me. Congratulations and Jubilations I want the world to know I’am happy as can be.

Who would belive that I could be happy and congtented. I used to think that happiness hadn’t been invented.
But that was in the bad old days before I met you when I let you walk in to my heart (in to my hearth)
Reff.

I was a fraid that may be you thought You were above me, that I was only fooling my self to think you’d love me,
but then tonight you said you couldn’t live without me that round about me you want to say (you want to say).

Reff.
Congratulations


Reff: Congratulations and Celebrations when I tell every one that you’re in love with me. Congratulations and Jubilations I want the world to know I’am happy as can be.

Who would belive that I could be happy and congtented. I used to think that happiness hadn’t been invented.
But that was in the bad old days before I met you when I let you walk in to my heart (in to my hearth)
Reff.

I was a fraid that may be you thought You were above me, that I was only fooling my self to think you’d love me,
but then tonight you said you couldn’t live without me that round about me you want to say (you want to say).
Reff.

Bersama Kita Melangkah

Tuhan tlah memilih dirimu, sebagai teman hidupku. Untuk mendampingi diriku selamanya, di jalan menuju surga.

Aku kan tetap disampingmu, sebagai teman hidupmu, karena diriku dari tulang rusukmu, kucoba melengkapi hidupmu.

Reff: Bersama kita ayunkan langkah, menuju Bapa di surga, semoga diriku dirimu diberkati, oleh Tuhan pemberi kehidupan.

Dikaulah belahan jiwaku, ku akan trus membimbingku, Di bawa sinar trang Illahi Yesusku yang menerangi hidupku.

Biarkan kupegang tanganmu, kemanapun engkau pergi, Di saat bahagia ataupun bahaya hanya engkaulah pautan hatiku.
Reff.

Oleh Tuhan pemberi kehidupan…
Bersama Kita Melangkah

Tuhan tlah memilih dirimu, sebagai teman hidupku. Untuk mendampingi diriku selamanya, di jalan menuju surga.

Aku kan tetap disampingmu, sebagai teman hidupmu, karena diriku dari tulang rusukmu, kucoba melengkapi hidupmu.

Reff: Bersama kita ayunkan langkah, menuju Bapa di surga, semoga diriku dirimu diberkati, oleh Tuhan pemberi kehidupan.

Dikaulah belahan jiwaku, ku akan trus membimbingmu, Di bawah sinar trang Illahi Yesusku yang menerangi hidupku.

Biarkan kupegang tanganmu, kemanapun engkau pergi, Di saat bahagia ataupun bahaya hanya engkaulah pautan hatiku.
Reff.
Oleh Tuhan pemberi kehidupan…