Monday, November 30, 2009

St. Lusia-vaganza Bazaar

Ada buah, lauk, alat rumah tangga, barang elektronik, buku-buku, mainan anak, dan baju dengan beraneka corak serta gaya di toserba ini. Toserba tahunan menjelang Natal dan Tahun Baru, siapa cepat dan punya surat kupan, boleh membeli.

Pemrakarsa kegiatan ini adalah Ibu-ibu WKRI, dengan tujuan menyediakan kebutuhan sehari-hari yang masih cantik dan rancak tapi dengan harga dijamin murah. Boleh diadu, ada price-match program, dipandu oleh para SPG yang berpengalaman tahunan soal skill shop without broke. Dan dikawal oleh MC yang didatangkan dari Minas. Bp. Carlo Wisnu.



Para pembeli yang kebingungan memilih akan diarahkan untuk mendapatkan busana yang cocok dengan amal dan baktinya, eh salah, dengan penampilannya. Karena selain SPG mereka juga pengarah gaya, merangkap mantan peragawati di eranya (ngarang).


Sementara di luar ruangan, OMK mengadakan ajang permainan LusiaFuntastic, berupa pemancingan ikan, tebak kelereng, lomba joged dan serangkaian acara ketangkasan yang dapat diikuti anak-anak dengan menyediakan hadiah yang menari.

Foto selengkapnya ada di sini

Rekoleksi OMK 09

Tengah bulan menghentak, OMK St. Lusia menggelar rekoleksi tahunan yang diikuti lebih dari 40 anggotanya. Moderator OMK, Oom Paul Motoh menjadi host, dan beberapa pembicara mengisi session-session dalam acara ini.



Sela-sela materi activity planning dan pengembangan pribadi, tidak lupa kawan-kawan OMK bergembira, supaya tetap fresh dan siap untuk menghadapi tantangan session berikutnya.



Dengar-dengar untuk merayakan Natal, OMK St. Lusia bekerja sama dengan OMK dari Stasi lain di Paroki St. Paulus akan mengadakan Acara Natal OMK 2009. Acara yang cukup besar, pastinya memerlukan kerapian organisasi, komunikasi yang baik dan koordinasi rancak dari semua pendukung. Semoga sukses OMK St. Lusia bekal dari Rekoleksi langsung dipraktekkan.



Foto selengkapnya dapat dilihat di sini

Bukan PA Biasa

Pendalaman Kitab Suci di awal bulan November 2009, dibawakan oleh Ibu Brotani. Siapakah beliau, beliau adalah seorang ebangelis dari kota Pahlawan. Sudah sepuh tetapi tetap energik dan membawa inspirasi untuk para pesertanya.



Bapak Ibu peserta kegiatan ini dengan antusias mengikuti pendalaman firman selama beberapa session tanpa kenal lelah.


Kegiatan ini diprakarsai oleh WKRI St. Lusia, selamat dan semoga tahun depan ada lagi acara yang makin memperdalam kerinduan terhadap Firman Tuhan seperti ini.